Pengertian Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Tepi

kolombloggratis.org – Ilmu biologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai kehidupan dan organisme hidup. Struktur organ, fungsi, evolusi, taksonomi dan penyebarannya merupakan kajian lain yang dibahas oleh ilmu biologi. Ketika kita membahas mengenai organisme hidup, pembahasan mengenai pengertian sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi menjadi jenis pembahasan lainnya yang dijelaskan oleh ilmu biologi. Berbeda dengan kajian ilmu biologi lainnya, pembahasan mengenai sistem saraf pusat dan saraf tepi sangatlah komplek dan membutuhkan perhatian lebih.

Pada saat membahas sistem saraf tepi, sistem saraf otonom dan sistem saraf kranial menjadi bagian dari sistem saraf tepi. Sistem saraf kranial adalah sistem saraf yang bertugas dalam mengatur pergerakan secara sadar. Berkebalikan dengan sistem saraf kranial, sistem sarah otonom merupakan sistem saraf yang dapat bekerja dalam keadaan yang tidak sadar. Pergerakan denyut jantung dan pergerakan alat pencernaan merupakan pergerakan yang dipengaruhi oleh sistem sarah otonom. Jika memperhatikan mengenai sistem saraf otonom, sistem saraf ini tersusun atas saraf parasimpatetik dan saraf simpatetik. Untuk membedakan diantara sistem saraf parasimpatetik dan simpatetik, kita dapat memperhatikan bagian ganglionnya.

Setelah membahas mengenai sistem saraf tepi, pembahasan mengenai sistem saraf pusat merupakan pembahasan yang menarik untuk diikuti. Hal tersebut dapat terjadi lantaran sistem saraf pusat berkaitan dengan sumsum tulang belakang dan otak. Sistem saraf pusat merupakan bagian sistem saraf yang memiliki kendali penuh atas kinerja jaringan dan pergerakan tubuh. Jika sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf otonom dan sistem saraf kranial, sistem saraf pusat terbagi menjadi beberapa organ, seperti:

  1. Otak besar atau serebrum

Otak besar atau serebrum memiliki bentuk lunak, kenyal, berminyak dan berlipat. Sekeliling bagian serebrum dapat ditemukan cairan serebrospinal. Cairan ini memiliki fungsi untuk memberikan makanan kepada otak dan memberikan perlindungan kepada otak akibat benturan. Jika diperhatikan dengan baik, otak besar atau serebrum memiliki pembuluh darah yang banyak dimana pembuluh darah tersebut berfungsi memberikan oksigen kepada otak besar. Peranan dari serebrum atau otak besar adalah untuk mengatur segala jenis aktifitas mental seperti ingatan atau memori, kesadaran, kepandaian atau intelegensi dan pertimbangan. Serebrum menjadi sumber pergarakan secara sadar dan dapat disesuaikan dengan kehendak.

  1. Otak kecil atau serebelum

Serebelum atau kotak kecil bertugas dalam mengkoordinasi pergerakan otot secara sadar, menjaga keseimbangan tubuh dan menjaga posisi tubuh dengan baik. Jika serebelum mendapatkan rangsangan yang berbahaya, pergerakan secara sadar tidak akan dilakukan oleh otak kecil. Serebelum berada di kepala bagian belakang dan dekat dengan leher.

  1. Sumsum lanjutan ( medulla oblongata )

Medulla oblongata terletak diantara sumsum tulang belakang dan otak. Berbicara mengenai tugasnya, medulla oblongata memiliki peran dalam mengatur gerak reflek dan penstabilan suhu tubuh. Tidak hanya itu, medulla oblongata atau sumsum lanjutan juga bertugas sebagai pusat pernapasan.

  1. Sumsum tulang belakang

Medulla spinalis atau sumsum tulang belakang dapat ditemukan di bagian dalam tulang belakang. Medulla spinalis dibagi menjadi dua lapisan, yakni lapisan berwarna putih yang berada di bagian luar dan lapisan berwarna kelabu yang berada di bagian dalam medulla spinalis. Medulla spinalis terdapat bagian yang bentuknya menyerupai bentuk sayap dan dikenal sebagai tanduk dorsal ( bagian atas ) dan tanduk ventral ( bagian bawah ). Rangsangan yang masuk ke dalam medulla spinalis akan melalui tanduk dorsal dan akan dikeluarkan melalui tanduk ventral. Pada bagian tanduk dorsal akan ditemukan asosiasi konektor atau sel saraf penghubung yang berfungsi menerima rangsangan yang berasal dari safar sensoruk dan menghantarkannya menuju sel saraf motorik.

Baca juga : Blogging Adalah Cara yang Menyenangkan Untuk Menulis Secara Online

Jika sel saraf tepi dan sel saraf pusat mengalami kerusakan, kinerja otak akan terhambat. Karena itulah, menjaga agar kondisi sel saraf selalu berada dalam keadaan yang baik merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Neurobion merupakan produk vitamin yang mengandung kandungan vitamin B1, vitamin B6 dan vitamin B12. Vitamin B1 yang dikandung oleh Neurobion berfungsi dalam mengobati masalah neuritis. Vitamin B1 juga memiliki peran dalam metabolisme karbohidrat dan menjaga kesehatan serabut saraf.

Kandungan vitamin B6 pada Neurobion berfungsi dalam metabolisme asam amino, protein dan membantu pembentukan neurotransmiter pada sistem saraf. Sedangkan kandungan vitamin B12 pada Neurobion berfungsi dalam menjaga kesehatan sistem saraf. Untuk mendapatkan manfaat dari Neurobion, kita hanya perlu mengkonsumsinya satu kali sehari. Neurobion sangat baik bagi masalah kerusakan pada sel saraf dan mengatasi rasa kesemutan akibat kekurangan vitamin neurotropik. Di pasaran sendiri, kita akan menemukan dua jenis produk Neurobion, yakni Neurobion putih dan Neurobion Forte. Berbeda dengan Neurobion putih, kandungan vitamin B 12 pada Neurobion Forte memiliki jumlah yang lebih besar.