Table Periodik Kimia Modern

Tabel Periodik Unsur Kimia Modern

kolombloggratis.org – Masing-masing unsur mempunyai nomor atom unik yang menunjukkan jumlah proton dalam intinya. Sebagian besar unsur mempunyaii jumlah netron yang berbeda untuk atom yang berbeda. Hal semacam ini dikenal sebagai isotop.

Sebagai contoh, karbon mempunhyai tiga isotop alami: semua atom tersebut mempunyai enam proton dan sebagian besarnya memiliki enam netron juga, tetapi sekitar satu persen mempunyai tujuh netron, dan sebagian renik memiliki delapan netron.

Isotop tidak disajikan terpisah pada tabel periodik. Mereka selalu dikelompokkan bersama sebagai unsur tunggal. Massa atom unsur yang tidak mempunyai isotop stabil diambil dari isotop yang paling stabil,

Beberapa presentasi memasukkan unsur nol. attinya unsur yang tersusun hanya dari netron saja. Contohnya pada Kimia Antariksa.

Pada tabel periodik standar, unsur disusun menurut kenaikan nomor atom atau jumlah proton dalam inti atom.

Baris periode baru dimulai ketika kulit elektron baru memiliki elektron pertamanya. Kolom atau golongang ditentukan berdasarkan konfigurasi elektron; unsur-unsur yang mempunyaii kesamaan jumlah elektron dalam subkulit tertentu berada dalam kolom yang sama (misalnya: oksigen dan selenium berada di kolom yang sama karena keduanya memiliki empat elektron pada subkulit-p terluarnya).

Unsur-unsur dengan kesamaan sifat kimia umumnya jatuh ke dalam golongan yang sama pada tabel periodik, meskipun dalam blok-f, dan beberapa ditemukan di blok-d, unsur-unsur dalam periode yang sama cenderung mempunyai kesamaan sifat kimia. Oleh sebab itu, relatif mudah untuk memperkirakan sifat kimia suatu unsur jika diketahui sifat unsur-unsur di sekelilingnya.

Hingga tahun 2016, ada 118 unsur yang telah dikonfirmasi pada tabel periodik, meliputi unsur 1 (hidrogen) sampai 118 (oganesson), dengan penambahan terbaru (nihonium, moscovium, tennessine, dan oganesson) yang dikonfirmasi International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) pada tanggal 30 Desember 2015 dan secara resmi diberi nama pada tanggal 28 November 2016: mereka menyelesaikan tujuh baris pertama Tabel periodik.

Sebanyak 94 unsur ada secara alami; sisanya 20 unsur dari amerisium sampai kopernisium dan flerovium serta livermorium, hanya ada jika disintesis di laboratorium. Dari 94 unsur alami, 84 yaitu primordial (unsur purba).

Sepuluh lainnya muncul jika ada peluruhan dari unsur primordial. Tidak ada unsur yang lebih berat daripada einsteinium (unsur 99) yang ditemui dalam jumlah besar dan bentuknya murni. Bahkan astatin (unsur 85); fransium (unsur 87) hanya terdeteksi dalam bentuk emisi cahaya dari jumlah mikroskopis (300.000 atom).

Baca juga : Perbedaan Antara WordPress Dengan Blogspot

Tampilan lain table periodic modern

Table Periodik Modern

Tabel periodik dengan blok-f dipisahkan

Tabel periodik dengan blok-f inline

Lantanida dan aktinida dipisah (kiri; 18 kolom) dan dimasukkan dalam tabel utama (kanan; 32 kolom)

Tampilan tabel periodik yang paling umum, tabel utama terdiri dari 18 kolom dan lantanida dan aktinida ditampilkan sebagai dua baris tambahan di bawah tabel utama,[7] dengan dua ruang kosong ditampilkan dalam tabel utama, yaitu di antara barium dan hafnium, dan radium dan rutherfordium.

Ruang kosong ini bisa berpenanda asterik, atau deskripsi kecil unsur (“57–71”). Konvensi ini murni semata-mata format praktis. Struktur tabel yang sama dapat disajikan dalam format 32 kolom, dengan lantanida dan aktinida di dalam baris 6 dan 7 tabel utama.

Sumber : https://rumus.co.id/tabel-periodik/